Minggu, 14 Agustus 2016

RUMAH ADAT GORONTALO


Rumah Adat Gorontalo

by Rumah-adat.com , at 3:25 AM , have 0 comments
Berikut ini merupakan penjelasan mengenai rumah adat Gorontalo yaitu salah satu rumah adat dari 34 provinsi di Indonesia.

Gorontalo adalah salah satu provinsi baru di Indonesia yang sebelumnya bagian dari Sulawesi Utara. Ibukota Provinsi Gorontalo adalah Gorontalo atau Hulontalo. Gorontalo terletak di Pulau Sulawesi bagian utara,  berbatasan dengan Sulawesi Utara di arah timur, Sulawesi Tengah di arah barat, Laut Sulawesi  di arah utara dan Teluk Tomini di arah selatan.

Gorontalo memiliki empat rumah adat yang menjadi ciri khas provinsi Gorontalo, yaitu rumah adat Dulohupa yang berada di kota Gorontalo, rumah adat Bandayo Poboide yang berada di Limboto, rumah adat Ma’lihe atau Potiwaluya dan yang terakhir rumah adat Gobel yang berada di Bone Bolango.

1.    Rumah Adat Dulohupa

Rumah adat Dulohupa ini letaknya di Kelurahan Limba, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo. Rumah Dulohupa juga disebut Yiladia Dulohupa Lo Ulipu Hulondhalo oleh penduduk Gorontalo. Rumah adat ini berbentuk rumah panggung yang badannya terbuat dari papan dan struktur atap bernuansa daerah Gorontalo. Selain itu rumah adat Dulohupa juga dilengkapi pilar-pilar kayu sebagai hiasan serta lambang dari rumah adat Gorontalo dan memiliki dua tangga yang berada di bagian kiri dan kanan rumah adat yang menjadi symbol tangga adat atau disebut tolitihu.

Rumah adat Dulohupa dibangun berupa rumah panggung. Hal ini dilakukan sebagai penggambaran dari badan manusia yaitu atap menggambarkan kepala, badan rumah menggambarkan badan, dan  pilar penyangga rumah menggambarkan kaki. Selain itu bentuk rumah panggung juga dipilih untuk menghindari terjadinya banjir yang kala itu sering terjadi. 

Rumah adat Dulohupa di Gorontalo dibangun berlandaskan prinsip-prinsip dan kepercayaan. Bagian atap rumah adat Dulohupa terbuat dari jerami terbaik dan berbentuk seperti pelana yaitu atap segitiga bersusun dua yang menggambarkan syariat dan adat penduduk Gorontalo. Atap bagian atas menggambarkan kepercayaan penduduk Gorontalo terhadap Tuhan yang Maha Esa dan agama merupakan kepentingan utama di atas yang lainnya. Sedangkan atap bagian bawah menggambarkan kepercayaan penduduk Gorontalo terhadap adat istiadat serta budaya. Pada bagian puncak atap dahulu terdapat dua batang kayu yang dipasang bersilang pada puncak atap atau disebut Talapua.  Penduduk Gorontalo percaya bahwa Talapua dapat menangkal roh – roh jahat, namun seiring perkembangan kepercayaan islami, sekarang Talapua sudah tidak di pasang lagi.

Pada bagian dinding depan terdapat Tange lo bu’ulu yang tergantung di samping pintu masuk rumah adat Dulohupa. Tange lo bu’ulu ini menggambarkan kesejahteraan penduduk gorontalo. Sedangkan bagian dalam rumah adat Dulohupa bergaya terbuka karena tidak banyak terdapat sekat. Selain itu di dalam rumah adat terdapat anjungan yang dikhususkan sebagai tempat peristirahatan raja dan keluarga kerajaan.





Rumah adat Dulohupa memiliki banyak pilar-pilar kayu. Selain sebagai penyokong karena bentuknya berupa rumah panggung, pilar-pilar tersebut juga memiliki makna tersendiri. Pada rumah adat Dulohupa terdapat beberapa jenis pilar yaitu, pilar utama atau wolihi berjumlah 2 buah, pilar depan berjumlah 6 buah, dan pilar dasar atau potu berjumlah 32 buah.


Pilar utama atau wolihi menempel di atas tanah langsung ke rangka atap. Pilar ini merupakan simbol ikrar persatuan dan kesatuan yang kekal abadi antara dua bersaudara 14 Gorontalo-Limboto (janji lou dulowo mohutato-Hulontalo-Limutu) pada tahun 1664. Selain itu angka 2 menggambarkan delito (pola) adat dan syariat sebagai prinsip hidup penduduk Gorontalo dalam pemerintahan maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Seperti pilar utama, pilar depan juga menempel di atas tanah langsung ke rangka atap. Pilar ini menggambarkan 6 sifat utama atau ciri penduduk lou dulowo limo lopahalaa yaitu sifat tinepo atau tenggang rasa, sifat tombulao atau hormat, sifat tombulu atau bakti kepada penguasa, sifat wuudu atau sesuai kewajaran, sifat adati atau patuh kepada peraturan, sifat butoo atau taat pada keputusan hakim. 
Sedangkan jumlah pilar dasar atau potu menggambarkan 32 penjuru mata angin. Pada masanya pilar ini dikhususkan untuk golongan raja dan bangsawan. Bentuk pilar pada bagian depan/serambi berbentuk persegi berjumlah 4, 6 atau 8. Hal ini menggambarkan banyaknya budak yang dimiliki oleh raja. Namun seiring perjalanan waktu jumlah pilar ini tetap digunakan walaupun bukan pada rumah bangsawan dan tidak lagi menggambarkan makna tertentu.

Selain pilar, jumlah anak tangga pada rumah adat Dulohupa juga memiliki makna tersendiri. Jumlah anak tangga terdiri dari 5 – 7 anak tangga. Angka 5 menggambarkan rukun islam dan 5 filosofi hidup penduduk Gorontalo, yaitu Bangusa talalo atau menjaga keturunan, Lipu poduluwalo atau mengabadikan diri untuk membela negeri, dan Batanga pomaya, Upango potombulu, Nyawa podungalo yang berarti mempertaruhkan nyawa untuk mewakafkan dan mengorbankan harta. Sedangkan angka 7 menggambarkan 7 tingkatan nafsu pada manusia yaitu amarah, lauwamah, mulhimah, muthmainnah, rathiah, mardhiah, dan kamilan.

Dulohupa merupakan bahasa daerah Gorontalo yang berarti mufakat atau kesepakatan. Dahulu, rumah adat ini digunakan sebagai tempat bermusyawarah keluarga kerajaan dan sebagai ruang sidang kerajaan bagi pengkhianat negara melalui sidang tiga tahap pemerintahan yaitu Buwatulo Bala (Tahap keamanan), Buwatulo Syara (tahap hukum agama Islam) dan Bawatulo Adati (Tahap hukum adat) dan merencanakan kegiatan pembangunan daerah serta menyelesaikan permasalahan penduduk setempat. Namun saat ini, rumah adat Dulohupa digunakan untuk pagelaran upacara adat, seperti upacara adat pernikahan dan pagelaran budaya dan seni di Gorontalo. Di dalam rumah adat ini terdapat perlengkapan untuk upacara perkawinan, pelaminan dan benda-benda berharga lainnya. Di dalam rumah adat Dulohupa penduduk adat Gorontalo perkawinan berupa pelaminan, busana adat pengantin, dan perhiasan lainnya.



2. Rumah Adat Bandayo Poboide

Rumah adat Bandayo Poboide berada di depan rumah dinas Bupati Gorontalo. Rumah adat Poboide berbentuk rumah panggung yang terbuat dari kayu berkualitas tinggi hingga mampu bertahan hingga saat ini. Desainnya tidak begitu berbeda dengan rumah adat Dulohupa, perbedaannya terletak pada bagian dalam rumah, dimana rumah adat Bandayo Poboide memiliki banyak sekat.





Kata Bandayo memiliki arti gedung atau bangunan sedangkan kata Poboide atau Po Boide memiliki arti tempat untuk bermusyawarah. Sehingga sama seperti fungsi dari rumah adat Doluhapa, rumah adat Bandayo Poboide juga digunakan sebagai tempat untuk bermusyawarah, hanya letaknya yang berbeda. Dahulu rumah adat Bandayo Poboide juga digunakan sebagai istana raja sebagai pusat pemerintahan dan tempat berkumpulnya para tetua adat dalam membicarakan prosesi adat dan juga digunakan sebagai tempat pelaksanaan pagelaran budaya khas Gorontalo. Namun sekarang ini rumah adat Bandayo Poboide menjadi tempat melestarian dan mengembangkan seni dan budaya daerah Gorontalo.



3. Rumah Adat Ma’lihe atau Rumah Adat Potiwoluya


Rumah Adat Ma’lihe atau Rumah Adat Potiwoluya merupakan rumah adat yang digunakan sebagai tempat tinggal penduduk Gorontalo. Dalam bahasa Gorontalo Ma’lihe berarti mahligai. Rumah Adat Ma’lihe ini berupa rumah panggung yang membentuk bujur sangkar atau persegi empat yang ditopang oleh pilar dengan tinggi pilar satu sampai empat meter. Atap rumah adat Ma’lihe ini juga berbentuk persegi panjang, tampak depan atap (watopo) membentuk segitiga dan tampak samping atap membentuk jajar genjang. Bahan atap menggunakan daun rumbia  dan bahan dinding rumah menggunakan bambu yang dibelah dan dianyam. Bangunan ini memiliki kamar tidur, ruang tamu, dapur dan serambi dan setiap kamar dilengkapi jendela.


Pembangunan tempat tinggal penduduk Gorontalo ini juga dibangun melalui prinsip hidup penduduk Gorontalo. Pengukuran ketinggian, panjang dan lebar rumah dilakukan dengan aturan tertentu yaitu, aturan 1 depa dikurangi 1 jengkal hasil pengurangan dibagi 8. Angka 8 digunakan karena menggambarkan keadaan yang selalu terjadi pada diri manusia, yaitu rahmat, celaka, untung, rugi, kelahiran, kematian, umur dan hangus.

Ruangan bagian dalam bangunan berbentuk segiempat yang menggambarkan empat kekuatan alam yakni air, api, angin, dan tanah. Saat baru dibangun rumah hanya boleh memiliki 3 kamar terlebih dahulu, setelah ditinggali baru boleh dibangun kamar tambahan. Hal ini menggambarkan kepercayaan penduduk gorontalo tentang 3 tahapan keadaban manusia yakni bermula dari tidak ada, ada dan berakhir dengan tiada (alam rahim, alam dunia, dan alam akhirat).

Pembagian kamar tidur pun memiliki aturan tertentu dimana kamar anak laki-laki dibangun di bagian depan dan kamar anak perempuan di bagian belakang. Selain itu terdapat pula aturan penerimaan tamu ke dalam ruang tamu. Tamu pria hanya boleh diterima di serambi atau teras sedangkan tamu wanita harus masuk ke dalam ruang tamu. Hal ini sesuai dengan syariat islam yang dipegang oleh para penduduk Gorontalo untuk menghindarkan bertemunya pria dan wanita yang bukan mahramnya.

Penduduk Gorontalo memiliki kepercayaan mengenai posisi kamar berjejer kebelakang atau posisi bersilang dengan posisi kamar tidur utama berada pada sisi kanan pintu masuk rumah, yaitu bila pemilik rumah pergi dari rumah, ia akan tetap ingat untuk pulang. Selain itu arah kamar dibuat sesuai arah aliran sungai, hal ini dipercaya bisa mendapatkan rejeki yang terus mengalir seperti derasnya aliran air sungai.

Posisi dapur dan bangunan utama dipisahkan oleh sebuah jembatan. Pemisahan ini dilakukan karena dapur merupakan rahasia pemilik rumah, sehingga setiap tamu yang berkunjung tidak boleh melewati jembatan tersebut. Selain itu posisi dapur tidak boleh mengarah ke arah kiblat, karena penduduk jaman dahulu percaya rumah akan menjadi mudah terbakar.


4. Rumah Adat Gobel


Rumah adat Gobel adalah salah satu rumah adat yang berlokasi di Kecamatan Tapa Kabupaten Bone Bolango. Akan tetapi tidak banyak sumber yang membahas mengenai rumah adat ini. Dahulu rumah adat Gobel merupakan rumah keluarga kerajaan Raja Gobel namun saat ini rumah adat Gobel sering digunakan untuk acara – acara resmi pemerintah setempat, seperti foto berikut ini yang memperlihatkan bagian dalam rumah adat Gobel saat digunakan untuk acara Musyawarah Besar Rakyat Bolango II.



FLORA FAUNA


Persebaran Flora dan Fauna di Dunia

Belajar Persebaran Flora dan Fauna di Dunia

Persebaran flora dan fauna di permukaan bumi– Kali ini di Belajar biologi akan menjelaskan tentang persebaran flora dan fauna di dunia dan penyebab penyebaran yang terjadi. Flora dan fauna di suatu wilayah sangat terkait dengan kondisi lingkungannya.
Hal ini berarti bahwa keberadaan fenomena biosfer di suatu tempat pada dasarnya merupakan fungsi dari kondisi lingkungannya sekitarnya. Faktor faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap keberadaan flora dan fauna diantaranya adalah faktor klimatik (iklim), edafik (tanah), dan biotik (makhluk hidup). Berdasarkan kondisi iklim dan tanahnya, permukaan bumi sangat beragam. Oleh karena itu, beragam pula sebaran flora dan faunanya. Baca pengertian biosfer dan macam macam biosfer.

Persebaran Flora di Dunia

Faktor faktor yang dapat menyebabkan persebaran flora yaitu: iklim, tanah, air, topografi atau relief.
Secara garis besar komunitas flora dapat dibagi menjadi lima macam yaitu:
  1. Padang rumput dibagi menjadi dua, sabana dan stepa
  2. Tundra atau padang lumut adalah daerah beku dan tandus di daerah kutub utara, tumbuhan tidak dapat hidup, biasanya hanya berupa padang rumput.
  3. Gurun adalah padang luas yang tandus atau disebabkan oleh padang pasir. Wilayah persebaran di Afrika, Jazirah Arab, Asia selatan, Amerika bagina tengah dan barat.
  4. Hutan hujan tropis merupakan hutan yang terdapat di daerah tropis atau beriklim panas. Contoh vegetasi daerah hutan hujan tropis antara lain merani dan damar.
  5. Taiga merupakan daerah hutan pohon jarum jarum di Siberia, terdapat di antara daerah tundra di Utara dan Stepa di selatan
persebaran fauna dan flora di dunia
persebaran fauna dan flora di dunia

Persebaran fauna atau hewan di dunia

Fauna adalah keseluruhan kehidupan hewan di suatu habitat di daerah atau strata geologi tertentu.
Faktor faktor yang menyebabkan persebaran fauna di dunia adalah:
Perubahan habitat, tekanan populasi,
Secara garis besar, daerah persebaran fauna di dunia dapat dikelompokkan menjadi delapan wilayah persebaran yaitu
  1. Fauna Paleartik: Pengertian fauna paleartik adalah fauna tersebar di wilayah Asia timur, Afrika utara, eropa. Jenis faunanya yaitu: Beruang kutub (Ursus maritimus), panda (Ailuropoda melanoleuca), rusa kutub (Rangifer tarandus) , tikus, bison, landak.
  2. Fauna neartik: Pengertian fauna neartik adalah fauna yang tersebar pada wilayah Amerika Utara. Jenis faunanya yaitu: Antelop (Antilope cervicapra) , burung biru, kalkun, tupai.
  3. Fauna Oriental: Pengertian fauna oriental adalah fauna yang tersebar pada wilayah Asia Selatan dan Asia tenggara. Jenis fauna yang dimiliki adalah harimau sumatera, gajah, badak, orangutan (Pongo pygmaeus), tapir, dan banteng.
  4. Fauna Neotropik: Pengertian fauna neotropik adalah fauna yang tersebar pada wilayah meliputi Amerika selatan, Amerika tengah dan Meksiko. Jenis fauna yang berada dalam kelompok fauna neotropik seperti kukang, armadillo, buaya, kadal, dan kura kura.
  5. Fauna Ethiopia: Pengertian fauna ethiopia adalah fauna yang tersebar pada wilayah Afrika dan Madagaskar. Jenis fauna yang berada dalam kelompok fauna ethiopia adalah kuda nil (Hippopotamus amphibius), gorilla (Gorilla gorilla), badak, Jerapah, Simpanse, zebra, singa dan unta
  6. Fauna Australia: Pengertian fauna Australia adalah fauna yang tersebar pada wilayah Australia, Tasmania dan Papua. Jenis fauna pada kelompok fauna Australia: Kanguru, Kakaktua, Cenderawasih, koala, kuskus, kasuari.
  7. Fauna Selandia Baru: Pengertian fauna selandia baru adalah fauna yang tersebar pada wilayah Selandia baru seperti burung kiwi (Apteryx  sp.), sphenodon.
  8. Fauna Antartika: Pengertian fauna antartika adalah fauna yang tersebar pada wilayah Benua Antartika. Jenis fauna yang berada dalam wilayah ini seperti anjing laut antartik (Hydrurga leptonyx), penguin.
persebaran fauna dan flora di dunia
persebaran fauna di dunia

Sumber Artikel Persebaran Fauna dan Flora di Dunia

Buku Pintar Pelajaran: Drs. Joko Untoro dan Tim Guru Indonesia. diterbitkan oleh Wahyu Media dia Jakarta.
Geografi SMA Kelas XI oleh Yusma Hestiyanto (2007) diterbitkan oleh Yudistira di Jakarta
Geografi: Menyingkap fenomena Geosfer untuk Kelas XI diterbitkan oleh Grafindo Media Pratama (2007) oleh Ahmad Yani dan Mamat Ruhimat di Bandung.

ALAT MUSIK TRADISIONAL

Alat Musik Tradisional Indonesia dan Asal Daerahnya

alat musik tradisional indonesia
1. Alat musik tradisional: Serune Kalee
Serune kalee berasal dari daerah Aceh yang mempunyai jenis bunyi Aerofon, alat digunakan dengan cara ditiup dan pada lubang yang terdapat pada serune kalee berfungsi untuk mengatur nada dengan menggunakan jari-jari kita.
alat musik serune
2. Alat Musik tradisional Indonesia: Aramba
Alat musik Aramba ini berasal dari daerah Sumater Utara yang memiliki jenis bunyi yakni Ideofon, untuk penggunaannya yaitu dengan cara dipukul dengan memakai pemukul yang khusus.
alat musik aramba
3. Alat musik tradisional Indonesia: Saluang
Alat musik saluang ini berasal dari daerah sumater barat dengan mempunyai jenis bunyai yakni Aerofon, adapun cara penggunaannya dengan ditiup dan pada lubang yang ada di alat muski diperuntukkan sebagai pengatur nada dimana jari-jari tangan sebagai penutup lubangnya.
alat musik saluang
4. Alat musik tradisional Indonesia: Gambus
Alat musik yang bernama Gambus ini berasal dari didaerah Riau yang mempunyai jenis bunyi Kordofun yang difungsikan dengan cara dipetik menggunakan jari dan memainkan nada dengan jari.
alat musik gambus
5. Alat musik tradisional indonesia: Gambus Jambi
Alat musik Gambus ini juga termasuk berasal dari daerah Jambi yang mempunyai jenis bunyi Kordofon dengan cara penggunaan lewat dipetik di bagian senarnya.
alat musik gambus jambi

KHASIAT CEKER AYAM

Rabu, 20 Februari 2013

Khasiat Tersembunyi Ceker Ayam



ORANG Indonesia boleh dibilang kenyang makan ceker ayam atau kaki ayam. Bayangkan, sejak bayi boleh mencicipi nasi tim, kaki ayam sudah jadi hidangan favorit sehari-hari.

Setelah bayi belajar jalan, makin rajin orangtua kita memasok kaki ayam pada sajian nasi timnya. Konon, kaki bayi bisa bertambah kuat kalau sering diberi kaki ayam.

Sebagian pakar sering protes dengan pendapat ini. Alasannya, bagian ayam yang bergizi tentulah dagingnya. Sementara kaki ayam, jelas-jelas tanpa daging. Kalaupun ada bagian kulitnya yang agak tebal, pasti tidak ikut dimakan oleh si bayi.


Menanggapi pendapat mereka, para orangtua tidak serta-merta mundur. Kaki ayam tetap saja diikutsertakan dalam membuat nasi tim bagi bayi-bayi mereka.

”Ya sudahlah kalau tidak ada gizinya. Paling tidak kita bisa memanfaatkan rasa gurihnya. Toh dulu-dulu juga kita bisa sehat begini, kan antara lain karena kaki ayam,” kata seorang ibu yang jelas-jelas emoh meninggalkan kebiasaan yang sudah turun-temurun itu.

Kaki ayam memang berasa gurih, hingga orang dewasa pun banyak yang hobi makan kaki ayam. Entah kaki ayam yang dimasak ala dimsum atau kaki ayam yang dijadikan keripik bergengsi yang harganya luar biasa melambung.

Lantas, betulkah kaki ayam sama sekali tidak bermanfaat? Atau betulkah kaki ayam bisa menguatkan kaki dan otot bayi hingga lebih cepat berdiri kokoh lalu berjalan? Mari kita lihat apa saja yang terkandung dalam kaki ayam itu.

Di dalam kaki ayam terdapat kulit, otot, tulang, dan kolagen. Kolagen adalah sejenis protein jaringan ikat yang liat dan bening kekuning-kuningan. Kalau terkena panas, kolagen akan mencair menjadi cairan yang agak kental seperti lem. Nah, susunan utama pada ceker ayam adalah asam amino, yakni komponen dasar protein. Di dalam asam amino itu antara lain terdapat glisin-prolin, hidroksiprolin-agrinin-glisin.

Kaki ayam juga mengandung zat kapur dan sejumlah mineral. Dengan begitu, memang masuk akal juga kalau para orangtua tetap bertahan untuk menyuguhkan kaki ayam bagi anak-anak mereka. Sebab, jenis asam amino prolin dan hidroksiprolin serta zat kapur jelas-jelas dibutuhkan dalam pertumbuhan anak.

Betul memang kaki ayam tidak berdaging, tapi seperti diuraikan di atas, saat terkena panas, kolagen yang terkandung di dalam kaki ayam akan segera mengalir dan bergabung dengan nasi tim. Nah, kolagen inilah yang kita manfaatkan, bukan dagingnya.

Memang untuk mendapatkan gizi yang cukup, anak tidak hanya perlu mendapat kaki ayam, tapi juga tentu dagingnya. Meski begitu, kebiasaan memberi anak makan kaki ayam tetap tak perlu ditinggalkan. Fungsi kolagen bukan cuma untuk pertumbuhan anak. Orang yang menderita rematik pun amat dianjurkan sering-sering makan kaki ayam. Kenapa begitu? Karena protein kolagen ayam memiliki antigen yang bersifat imunogenik.

Ceritanya, di dalam tubuh kita terdapat dua macam antigen, yakni antigen asing dan antigen diri. Setiap antigen bisa bersifat antigenik dan imunogenik. Antigen yang antigenik dapat berikatan dengan antibodi, meski tidak bisa merangsang tubuh membentuk antibodi terhadap antigen. Sementara antigen yang imunogenik juga berikatan dengan antibodi spesifik, tapi bisa pula menghasilkan antibodi spesifik terhadap antigen. Nah, antibodi terhadap antigen inilah yang perlu dirangsang bagi penderita rematik.

Tentu hubungan sang antigen tadi dengan penyakit rematik punya uraian ilmiah yang panjang sekali, yang agak sulit kita pahami sebagai orang awam. Yang jelas, makan kaki ayam secara rutin mulai dianjurkan bagi penderita rematik.

Betapapun hebatnya peran si kaki ayam, tentu kalau cuma ditim atau direbus belaka, Anda enggan menyantapnya bukan? Apalagi kalau dihidangkan setiap hari. Begitu juga dengan nasi tim si kecil. Jangan coba-coba cuma menghadirkan nasi tim dengan kaki ayam yang itu-itu saja dari hari ke hari. Bisa-bisa si kecil kelak tidak doyan makanan lain atau malah tidak mau makan.

Nasi tim tentu bisa kita buat bervariasi dengan menambahkan bahan lain secara berganti-ganti. Kaki ayam untuk pengobatan ini pun bisa kita olah jadi hidangan lezat yang variatif. Yang jelas, olahlah kaki ayam dengan cara direbus atau ditim, bukan digoreng. Kaki ayam yang digoreng sudah rusak struktur protein kolagennya akibat suhu yang tinggi. Perebusan dan pengetiman tidak boleh lebih dari 100 derajat Celsius agar tak merusak protein si kaki ayam. Meski hanya boleh direbus dan ditim,sebetulnya kaki ayam bisa dibuat menjadi berbagai jenis hidangan.

PLANET

Planet

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Skala objek berukuran planet:
Baris atas: Uranus dan Neptunus;
baris kedua: Bumi, bintang katai putih Sirius B, Venus;
baris bawah (diperbesar) – atas: Mars dan Merkurius;
bawah: Bulan, planet kerdil Pluto, dan Haumea
Planet (dari bahasa Yunani Kuno αστήρ πλανήτης (astēr planētēs), berarti "bintang pengelana") adalah benda astronomi yang mengorbit sebuah bintang atau sisa bintang yang cukup besar untuk memiliki gravitasi sendiri, tidak terlalu besar untuk menciptakan fusi termonuklir, dan telah "membersihkan" daerah sekitar orbitnya yang dipenuhi planetesimal.[a][1][2]
Kata planet sudah lama ada dan memiliki hubungan sejarah, sains, mitologi, dan agama. Oleh peradaban kuno, planet dipandang sebagai sesuatu yang abadi atau perwakilan dewa. Seiring kemajuan ilmu pengetahuan, pandangan manusia terhadap planet berubah.
Pada tahun 2006, Persatuan Astronomi Internasional (IAU) mengesahkan sebuah resolusi resmi yang mendefinisikan planet di Tata Surya. Definisi ini dipuji namun juga dikritik dan masih diperdebatkan oleh sejumlah ilmuwan karena tidak mencakup benda-benda bermassa planet yang ditentukan oleh tempat atau benda orbitnya. Meski delapan benda planet yang ditemukan sebelum 1950 masih dianggap "planet" sesuai definisi modern, sejumlah benda angkasa seperti Ceres, Pallas, Juno, Vesta (masing-masing objek di sabuk asteroid Matahari), dan Pluto (objek trans-Neptunus yang pertama ditemukan) yang dulunya dianggap planet oleh komunitas ilmuwan sudah tidak dipermasalahkan lagi.
Ptolomeus menganggap planet mengelilingi Bumi dengan gerakan deferen dan episiklus. Walaupun ide planet mengelilingi Matahari sudah lama diutarakan, baru pada abad ke-17 ide ini terbukti oleh pengamatan teleskop Galileo Galilei. Dengan analisis data observasi yang cukup teliti, Johannes Kepler menemukan bahwa orbit planet tidak berbentuk lingkaran, melainkan elips. Seiring perkembangan peralatan observasi, para astronom mengamati bahwa planet berotasi pada sumbu miring dan beberapa di antaranya memiliki beting es dan musim layaknya Bumi. Sejak awal Zaman Angkasa, pengamatan jarak dekat oleh wahana antariksa membuktikan bahwa Bumi dan planet-planet lain memiliki tanda-tanda vulkanisme, badai, tektonik, dan bahkan hidrologi.
Secara umum, planet terbagi menjadi dua jenis utama: raksasa gas besar berkepadatan rendah dan raksasa darat kecil berbatu. Sesuai definisi IAU, ada delapan planet di Tata Surya. Menurut jaraknya dari Matahari (dekat ke jauh), ada empat planet kebumian, Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars, kemudian empat raksasa gas, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Enam planet di antaranya dikelilingi oleh satu satelit alam atau lebih. Selain itu, IAU mengakui lima planet kerdil[3] dan ratusan ribu benda kecil Tata Surya. Mereka juga masih mempertimbangkan benda-benda lain untuk digolongkan sebagai planet.[4]
Sejak 1992, ratusan planet yang mengelilingi bintang-bintang lain ("planet luar surya" atau "eksoplanet") di Bima Sakti telah ditemukan. Per 22 Maret 2013, 861 planet luar surya yang diketahui (di 677 sistem planet dan 128 sistem multiplanet) terdaftar di Extrasolar Planets Encyclopaedia. Ukurannya beragam, mulai dari planet daratan mirip Bumi hingga raksasa gas yang lebih besar daripada Yupiter.[5] Pada tanggal 20 Desember 2011, tim Teleskop Luar Angkasa Kepler menemukan dua planet luar surya seukuran Bumi, Kepler-20e[6] dan Kepler-20f,[7] yang mengorbit bintang mirip Matahari, Kepler-20.[8][9][10] Studi tahun 2012 yang menganalisis data mikrolensa gravitasi memperkirakan setiap bintang di Bima Sakti rata-rata dikelilingi oleh sedikitnya 1,6 planet.[11] Sejumlah astronom di Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics (CfA) melaporkan pada Januari 2013 bahwa sedikitnya 17 miliar eksoplanet seukuran Bumi (tepatnya 0,8–1,25 massa Bumi) dengan periode orbit 85 hari atau kurang berada di galaksi Bima Sakti.[12]

10 TRADISI UNIK INDONESIA

Mengenal 10 Tradisi Unik di Indonesia

767
Di kancah dunia, keragaman budaya yang dimiliki Indonesia sudah tak asing lagi. Ribuan pulau dengan masing-masing daerah di dalamnya yang memiliki beragam bahasa dan adat istiadat, tak lantas membuat Indonesia terpecah belah.
Kenapa? Karena masyarakatnya sangat menjunjung tinggi toleransi. Nah, sikap toleransi tersebut, salah satunya dibangun dengan tradisi khas masayarakat di masing-masing daerah. Tradisi yang dilakukan ini biasanya memang sudah turun-temurun.
Biasanya, pelaksanaan tradisi yang masih kuat berada di daerah pedesaan. Ada juga daerah kota yang melaksanakan kegiatan tradisi, namun masyarakat kota melakukannya lebih kepada untuk menjaga kelestarian budaya sekaligus sarana hiburan bagi masyarakat.
Jika di daerah pedesaan, masyarakatnya masih menganut keyakinan terhadap berlangsungnya tradisi tersebut. Misalnya, jika melakukan ini dan itu pada waktu tertentu, maka hasil panen kaan melimpah.
Kalau kamu mengaku orang Indonesia, yuk kenali lebih dekat apa saja tradisi unik dan seru yang ada di Indonesia.

1Bakar Batu



siloka.com
Pada gambar tersebut, masyarakat Papua tengah menunjukkan bagaimana memilih batu-batu yang bisa digunakan untuk barapen. Apa itu Barapen?
Barapen artinya bakar batu..Pesta Bakar Batu merupakan ritual tradisional masyarakat Papua yang yang dilakukan sebagai bentuk ucapan syukur atas berkat melimpah. Pesta bakar batu juga dilakukan jika ada pernikahan dan penyambutan tamu agung.
Pada upacara kematian, bakar batu juga dilakukan sebagai ungkapan berkabung. Upacara Barapen ini menjadi sarana yang membuktikan adanya perdamaian antar masyarakat setelah terjadi perang suku.
Betul, kan? Pelaksanaan sebuah tradisi memang identik dengan sifat rukun khas masyarakat Indonesia.

MAKANAN

Makanan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Sayur-sayuran dan buah-buahan yang dapat dijadikan masakan.
Daging yang siap untuk dimasak.
Makanan adalah bahan, biasanya berasal dari hewan atau tumbuhan, yang dimakan oleh makhluk hidup mendapatkan tenaga dan nutrisi. Cairan yang dipakai untuk maksud ini sering disebut minuman, tetapi kata 'makanan' juga bisa dipakai. Istilah ini kadang-kadang dipakai dengan kiasan, seperti "makanan untuk pemikiran". Kecukupan makanan dapat dinilai dengan status gizi secara antropometri.
Makanan yang dibutuhkan manusia biasanya diperoleh dari hasil bertani atau berkebun yang meliputi sumber hewan, dan tumbuhan. Beberapa orang menolak untuk memakan makanan dari hewan seperti, daging, telur, dan lain-lain. Mereka yang tidak suka memakan daging, dan sejenisnya disebut vegetarian yaitu orang yang hanya memakan sayuran sebagai makanan pokok mereka.
Pada umumnya bahan makanan mengandung beberapa unsur atau senyawa seperti air, karbohidrat, protein, lemak, vitamin, enzim, pigmen dan lain-lain.
Makanan yang biasa dikonsumsi oleh Manusia

Sumber tumbuhan Sumber Hewan

Setiap makhluk hidup membutuhkan makanan. Tanpa makanan, makhluk hidup akan sulit dalam mengerjakan aktivitas sehari-harinya. Makanan dapat membantu manusia dalam mendapatkan energi, membantu pertumbuhan badan dan otak. Memakan makanan yang bergizi akan membantu pertumbuhan manusia, baik otak maupun badan. Setiap makanan mempunyai kandungan gizi yang berbeda. Protein, karbohidrat, dan lemak adalah salah satu contoh gizi yang akan didapatkan dari makanan.
Setiap jenis gizi mempunyai fungsi yang berbeda. Karbohidrat merupakan sumber tenaga sehari-hari. Salah satu contoh makanan yang mengandung karbohidrat adalah nasi. Protein digunakan oleh tubuh untuk membantu pertumbuhan, baik otak maupun tubuh. Lemak digunakan oleh tubuh sebagai cadangan makanan dan sebagai cadangan energi. Lemak akan digunakan saat tubuh kekurangan karbohidrat, dan lemak akan memecah menjadi glukosa yang sangat berguna bagi tubuh saat membutuhkan energi.
Dapat dipastikan bahwa setiap negara mempunyai makanan khas masing-masing